Review Film Kambing Jantan

•July 6, 2009 • Leave a Comment
Kambing Jantan The Movie

Kambing Jantan The Movie

Saya harus akui film ini membuat saya kecewa. Hal pertama yang membuat saya kecewa, karena film ini tidak diputar di bioskop Palembang Indah Mall (PIM), maka saya harus dengan rela bersungut-sungut ke Cineplex 21 bersama si adek untuk bela-belain nonton film yang diambil dari buku pertama dan best seller dari Radith, Kambing Jantan. Entah kenapa saya sedih melihat nasib bioskop PIM akhir-akhir ini yang tidak menayangkan banyak film, malah memutar film barat yang so last year

Saya dan adek berpikir nih film pasti akan lucu, paling tidak semenarik buku blog pertama di Indonesia itu. Namun, ternyata….. sayang seribu sayang, saya malah merasa boring abis nontonnya, lucunya pun menjadi garing entah kenapa, malah di Plurk saya sempat liat ada yang bilang nih film cuma ngeliatin 2 orang telponan di ujung meja. Dan saya pun harus mengakui, itu benar adanya!

Film ini hanya menceritakan pacaran jarak jauh ala Kambing dan Kebo yang kesulitan karena komunikasi yang masih mahal pada saat itu. Ditambah dengan kesalahan besar Radit dan keluarganya yang memilih untuk kuliah finance padahal Radit lebih menyukai menjadi penulis. Intinya sih gitu aja. Dirumah saya sempat bahas film ini sama si adek, mungkin peran Raditya Dika disini tidak harus diperankan sendiri oleh orangnya. Karena, seperti yang kita sama-sama tau, Radit tidak ada basic akting sedikitpun, berbeda dengan Herfiza yang memang udah jadi pemain sinetron. Saya aja yang baca novelnya dan komiknya aja, ngerasa filmnya membosankan, apalagi yang ga pernah baca sama sekali.

Kelucuan Radit sangat ga nampak di film ini. Mungkin, sekalian aja kasih perannya sama Ringgo, saya rasa mungkin lebih pas.

Yah, mungkin sebaiknya, memang Radit atau Dika atau Dikung bisa mengkhususkan diri aja jadi penulis dan pencerita bukan pemain peran, walo dia berperan menjadi dia sendiri.

Film ‘Kambing Jantan’

•July 6, 2009 • Leave a Comment

Blog itu selain bisa buat nyari duit, ternyata bisa juga bikin si Penulisnya jadi Bintang Film. Dan itu Nyata terjadi pada Raditya Dika yang bermula pada blognya yang dilirik oleh penerbit buku untuk menjadikan karyanya ke sebuah buku [Buku yang sangat BOOMING sekalee]. Dan gak berakhir sampai disitu aja. Karena  Rudi Soedjarwo sutradara yang sukses menggarap AADC akan mengangkat kisah nyata Raditya dika ini ke sebuah Film Besar. Dahsyatt…

Syutingnya sendiri akan dimulai pada 15 Oktober 2008 mengambil lokasi dimana Raditya menghabiskan waktu kuliahnya kemarin di Australia. Dalam penggarapannya, Rudi sang sutradara memilih muka-muka baru.

Selain melibatkan langsung sang penulis novel, Raditya dika sebagai pemain utamanya. Rudi memilih Edric Tjandra Extravaganza [wah edric makin terkenal aja], Herfiza Novianti, dan Sarah Safitri.

Mengangkat sebuah buku laris yang memiliki jutaan penggemar loyal untuk divisualisasikan ke bentuk film sungguh jadi beban tersendiri bagi tim produksi. Apakah bisa memberikan kepuasan [khususnya pada pencinta tulisan raditya dika] atau malah bikin kesel penontonnya karena bakalan garing.. Renacanya sih film ini menargetkan bulan Februari dah ‘Out from Oven’ alias ditayangkan. Tapi yah kita doakan saja apalagi sesama blogger, ini buat senior kita Raditya Dika  bersama tim, mudah-mudahan mampu menghasilkan karya yang maksimal.

.. Anyway, aku juga baru liat nih. Salah satu koleksi video pribadi Radit di Youtube. Ya oloh.. ini sungguh kocak dan bikin gue terpingkal-pingkal. Radit emang lucu ya hehe…

Film Bioskop Indonesia Cintapuccino

•July 6, 2009 • Leave a Comment

Terus terang, Rudi Soedjarwo adalah satu-satunya sutradara Indonesia yang membuat pendapat kami tentang dirinya selalu berubah-ubah. Ketika dia membuat Ada Apa Dengan Cinta?, saya dan Ferry langsung setuju kalau dia adalah salah satu sutradara yang bisa diandalkan untuk membangun perfilman Indonesia. Dari Bintang Jatuh dan Tragedi yang luar biasa amatiran, tiba-tiba dia membuat lompatan yang sangat tinggi dengan menbuat film yang kualitasnya bagus dan bisa diterima oleh segala lapisan masyarakat. Ada Apa Dengan Cinta? adalah contoh sempurna dari film komersial yang bisa dibanggakan kualitasnya. Dan kami saat itu yakin bahwa Rudi Soedjarwo akan membuat kejutan-kejutan lain yang lebih bermutu. Sayangnya, kemudian dia membuat serentetan film-film kancut dari mulai Rumah Ketujuh yang seringan kapas sampai dia mencoba untuk naik kelas menjadi filmmaker yang lebih serius dengan 9 Naga. Pandangan kami pun berubah. Tapi kemudian kami kembali bersorak ketika dia membuat Pocong 2 yang menyeramkan dan fun. Saat itu kami berpikir bahwa Rudi Soedjarwo adalah seorang sutradara bagus, tapi  memiliki under-achiever complex. Dia seharusnya bisa memilih materi yang lebih bagus karena kapasitasnya sebagai sutradara sebenarnya baik. Mengejar Mas-Mas memang kami beri kancut, tapi kami bisa melihat kemampuan Rudi yang oke dalam mengarahkan pemain. Tapi kami tetap menyayangkan kenapa dia tidak mau memilih materi yang lebih baik. Padahal, Rudi sudah punya style yang unik dengan sistem suting tujuh harinya itu. Bukan tidak mungkin, dengan materi yang lebih baik, dia bisa menjadi versi kecil dari Steven Soderbergh saat dia membuat film-film realis yang kecil tapi berbobot.

Ketika kami mendengar dia akan memfilmkan sebuah chick lit, kami semakin sedih karena kami merasa dia semakin menyia-nyiakan bakatnya. Bahkan, seorang pengamat film yang cukup kami hormati tulisan-tulisannya, menyarankan bahwa Rudi Soedjarwo, sebagai seorang penerima Piala Citra (apapun artinya), sebaiknya berhenti membuat film dulu sampai dia mau membuat film dengan tidak “malas”. Tapi kami berpikiran lain. Memang seginilah kapasitas Rudi Soedjarwo. Dia tidak akan kemana-mana lagi. Cintapuccino adalah Rudi dalam permainan yang paling dikuasainya. Ringan, dangkal, dan simplistik. Dan kami rasa pandangan kami terhadap Rudi tidak akan berubah lagi dan kami tidak akan menuntut lebih banyak dari Rudi.

Cintapuccino, yang diangkat dari chick lit best-seller dari penerbit grosiran Gagas Media, bercerita tentang Rahmi (Sissy Pricillia) yang sedang mempersiapkan pernikahannya dengan Raka (Aditya Herpavi). Tekad Rahmi untuk menikah tiba-tiba goyang ketika tiba-tiba seorang laki-laki yang sejak dari sekolah disukainya, Nimo (Miller), tiba-tiba muncul dan bilang kalau sejak dulu dia suka dengan Rahmi.

Cerita yang sangat tipis ini sekilas tak jauh berbeda dengan Kangen buatan Nayato Fio Nuola. Bedanya, Rudi Soedjarwo tak mau berpura-pura membuat filmnya lebih berat dan lebih indah dari yang seharusnya. Rudi memfokuskan bobot film ini di akting-akting para pemainnya dengan sinematografi dan set yang simplistik tapi tidak mengganggu. Harus diakui bahwa Rudi punya taste yang lumayan. Sissy Priscillia dan para pemain lain (soal Miller kita tinggalkan dulu), mampu menghidupkan film ini sehingga mudah untuk diikuti. Bahkan beberapa momen yang ada Sissy-nya benar-benar fun. Keterlibatan para pemain senior juga memberikan atmosfer yang segar dengan akting yang natural.

Yang hampir fatal adalah masuknya Miller sebagai cowok idaman Sissy yang hampir menghancurkan realisme film ini. Seorang cowok yang dari SMA sampai dewasa tidak pernah merubah gaya rambutnya is unlikely untuk digilai perempuan (walaupun cowok yang merubah gaya rambutnya tidak otomatis digilai perempuan. Contohnya Ferry). Belum lagi masalah aksen melayu Miller yang bikin ilfil. Pembenaran Rudi terhadap masalah ini tidak mampu membuat kita bisa menerima Miller sebagai idola.

Sekarang pertanyaannya, apakah Cintapuccino adalah sebuah film yang bagus dan layak ditonton di bioskop? Kami hanya bisa menjawab, di dunia yang lebih baik, film seperti ini hanya layak ditonton sebagai hiburan yang bisa diterima di TV. Tentu saja ada banyak sekali film romantis ringan buatan Hollywood yang dimaksudkan sebagai tayangan bioskop seperti One Fine Day, Serendipity, you name it lah. Tapi film-film itu dibuat dengan effort yang besar dengan memberikan production value yang tinggi, baik dari sinematografi, cast, set, kostum dan sebagainya sehingga membuat filmnya terlihat, terdengar, dan terasa sinematis.

Lagu India di Film

•July 6, 2009 • Leave a Comment


Lagu lagu India di film India memang bagus bagus dan enerjik. Saya suka juga. Apalagi film film India juga sangat sarat dengan filsafat hidup. Saya banyak belajar dari film ini. “kebenaran itu seperti sinar matahari. Kamu tidak melihatnya karena silau. Tetapi kamu bisa merasakan sinarnya. Itulah Kebenaran” Itu sepotong filsafat dari film India yang pernah saya dengar.
Film film India memang ok. Sangat sarat dengan filsafat hidup

Kylie Minogue Bernyanyi dan Berakting di Film India

•July 6, 2009 • Leave a Comment
Kylie Minogue Bernyanyi dan Berakting di Film India

JAKARTA–MI: Menurut sutradara Tony D’Cruz, Kylie Minogue akan mempromosikan film Bollywood pada Agustus nanti. Pasalnya, Kylie pada awal tahun ini telah menyanyikan lagu di dalam film tersebut yang diambil adegannya awal tahun ini.

Pada 12 Juni, Kylie terlihat sedang makan malam dengan sutradara Blue di restoran Italia La Estella di London.

“Ya, Kylie dan saya telah makan malam bersama. Saya baru pulang dari Afrika Selatan habis menonton IPL (Indian Premier League) dan langsung ke LOndon untuk melihat dubbing Kylie pada film Blue. Dia mengundang saya makan malam. Ibu dan manajernya juga ikut. Kylie benar-benar menakjubkan dan orang yang polos,” ujar Tony.

“Kami akan membawanya ke Mumbai untuk merilis lagu tersebut. Jadi, dia tidak hanya berakting tapi juga bernyanyi,” ujarnya.

Film Blue dibintangi oleh Akshay Kumar, Sanjay Dutt, Katrina Kaif, Zayed Khan, dan Lara Dutta sebagai pemeran utama.

Film India Vs Film Kungfu

•July 6, 2009 • Leave a Comment

1. Seorang pria tidak akan merasa sakit saat melakukan perkelahian sengit namun akan mengaduh sakit saat seorang wanita berusaha membersihkan lukanya.

2. Tokoh jagoannya tak pernah jatuh cinta pada jagoan wanita kecuali sebelumnya mereka menari-nari di bawah hujan.

3. Sekali dipakai make-upnya tidak pernah luntur, saat hujan ataupun saat lainnya.

4. Dua orang kekasih bisa menari-nari ditengah lapang, dan entah dari mana 100 orang lainnya akan muncul dari antah berantah dan bergabung menari bersama mereka. (penari latar Michael Jackson aja kalah banyak)

5. Pada babak akhir, sang jagoan akan menemukan bahwa tokoh jahat yang dilawannya sebenarnya adalah saudara kandungnya, wanita tua yang mencarinya adalah ibunya, dan kepala Inspektur adalah ayahnya serta sang hakim adalah pamannya dan seterusnya.

6. Kata-kata Inggris yang biasanya muncul adalah (biasanya diucapkan keras2 di antara kalimat) No Problem!, My God!, Get Out!, Shut-up!, Impossible!, Please forgive me!

7. Mereka berguling-guling dan berputar-putar sambil bernyanyi dan muncul lagi dengan pakaian berbeda.

8. Mereka bisa berlari mengelilingi pohon kelapa, bernyanyi, saling memandang dan memalingkan muka menggoda dan berganti pakaian pada waktu yang sama tanpa menarik nafas….

9. Jagoan gak boleh liat pohon dan tiang listrik, pasti joget dulu muter2 dan tiba-tiba wanitanya muncul, gak heran film India minimal pasti 3 jam Bisa lebih gak rugi sih.

10. Airmata sang jagoan dan si wanita gampang mengucur bak keran air, tapi cepat juga kering dan langsung joget mbok, BRAVO…

Film Kungfu China:

1. Menjadi orangtua sang jagoan selalu bernasib sial dan biasanya selalu dibunuh oleh musuh saat si jagoan masih muda, dan is jagoan akan jadi yatim piatu terus belajar ilmu silat dan balas dendam, dstnya.

2. Ketika seseorang terluka berat dan sekarat, ia selalu berhasil bertahan hidup dan mengucapkan beberapa kalimat untuk mengungkapkan is pembunuh sebelum kepalanya terkulai dan menyatakan dirinya telah benar-benar mati.

3. Orang-orang yang mahir kungfu mampu terbang ke atas atap, ke atas pohon dan menempuh jarak jauh tanpa berkeringat. Namun saat berjalan ke kota dan desa-desa mereka tetap harus berjalan kaki atau menunggang kuda.

4. Sang jagoan tak perlu bekerja untukMendapatkan uang, namun selalu memiliki Uang Emas Dan perak untuk membayar makanan mereka. (Minta jatah preman kali ye….)

5. Sang jagoan dan sang penjahat akan saling bertemu walaupun negara mereka sangat luas dan tak peduli di manapun mereka berada. (padahal Belon Ada HP)

6. Menyembuhkan luka dalam di tubuh cukup dengan duduk bersilang kaki, telapak tangan di lutut dan asap keluar dari kepala.

7. Mereka bisa menyimpan banyak barang di Baju lengan panjang mereka Dan tak pernah menjatuhkannya. Terutama sedemikian banyak logam-logam emas….dan botol-botol obat penyembuh berbagai racun

8. Jagoan pasti jago minum arak, apalagi sedang kesel/marah, sekali minum bisa berdrum2 (5-10 drum) kayak Jacky Chan Pendekar Mabuk.

9. Sebelum mati, sang guru bisa mentransfer tenaga dalam ke muridnya hanya dengan menempelkan telapak tangan ke pundak is murid begitu gampang dan cepat bahkan mengalahkan kecepatan USB cable, infra red dan bluetooth jaman sekarang

10. Hebatnya kalo wanita mengenakan kostum pria, dan suaranya suara wanita, namun orang-orang bahkan pendekar pria tidak sadar bahwa itu seorang wanita, harus melalui proses tak sengaja, seperti menyentuh dada si wanita baru pendekarnya sadar.

“Rocky”, Film Olahraga Terbaik

•July 6, 2009 • Leave a Comment

Film “Rocky” yang dibintangi aktor laga Sylvester Stallone terpilih menjadi film olahraga terbaik sepanjang masa menurut polling yang diikuti para penggemar film.

Rocky merupakan sebuah film klasik yang mengangkat kehidupan nyata seorang petinju pada 1976, yang awalnya dijuluki underdog karena tidak diunggulkan. Namun kemudian dia menjadi juara kelas berat.

“Rocky” mendapat perolehan 20% suara dari polling yang diadakan Lovefilm.com. Sementara “Cool Runnings”, film komedi yang bercerita tentang tim kereta salju asal Jamaika menduduki posisi kedua, dan di urutan ketiga ditempati film peraih Oscar “Million Dollar Baby,” yang dibintangi Hillary Swank dan disutradarai Clint Eastwood.

Menyusul di tempat keempat, “Jerry Maguire” yang dibintangi Tom Cruise dan kelima, film tinju klasik “Raging Bull.”